Categories
Uncategorized

Mengunjungi objek wisata keluarga menara Taming Sari

Bila berangkat ke Melaka, kurang lengkap rasanya bila tidak mampir ke Tower Taming Sari. Dengan naik ke tower itu, kita dapat melihat segala lanskap Kota Melaka, Malaysia dari ketinggian 80 m. Pada dasarnya, tower observasi ini mempunyai ketinggian 110 m. Tetapi, wisatawan cuma betul- betul dapat naik cuma hingga pada ketinggian 80 m. Tidak hanya dapat memandang panorama alam Kota Melaka, turis juga dapat difoto di atas ketinggian. Pasti, perihal yang butuh diingat merupakan kehati- hatian sepanjang di atas, paling utama dikala memegang kamera.

Semenjak dibuka bertepatan pada 18 April 2008, turis telah antre mendatangi tower ini, baik turis lokal ataupun mancanegara. Alasannya, tower ini berbeda dengan Tower Twin Menara ataupun Tower KL Menara di Kuala Lumpur Malaysia. Tower Taming Sari mempunyai keunikan, ialah dapat berbalik penuh 360 derajat. Oleh sebab itu, turis dapat mengobservasi panorama alam sepanjang 360 derajat. Menarik bukan? Tower ini diucap bagaikan tower berbalik tipe Gyro yang awal di Malaysia. Pembangunannya juga menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Tower Taming Sari terletak di Jalur Merdeka, Banda Hilir, Melaka. Lokasinya tidak jauh dari Kuala Lumpur, ialah dekat 153 kilometer. Bila ditempuh dengan mengendarai mobil, lama ekspedisi dekat 2 jam dengan catatan ekspedisi tidak macet. Bila macet, waktu yang diperlukan buat hingga ke posisi tower dapat menggapai 4—5 jam. Sayang sekali bukan bila wajib membuang waktu di jalur? Perhatikan kalender terlebih dulu saat sebelum merancang liburan ke Melaka. Dikala libur nasional di Malaysia, ekspedisi ke Melaka sangat macet. Metode terbaik memanglah berangkat sehabis salat subuh kala jalanan belum dipadati kendaraan. Alternatif lain buat menggapai ke tower ini, turis dapat memakai transportasi universal, ialah KTM Line komuter sampai ke Stasiun Bandar Tasik Selatan kemudian berubah naik bis di Halte Bersepadu Selatan mengarah Melaka.

Tower ini dibentuk bersumber pada cerita legenda di Melaka, ialah Keris Taming Sari. Yah, legenda tentang keris itu memanglah jadi kebanggaan daerah Melaka Malaysia. Tokoh legendaris Laksamana Hang Tuah diucap lahir di daerah Melaka. Ia mempunyai Keris Taming Sari yang diperolehnya dari Senipati Mataram.

Tower ini dapat menampung 66 orang sekalian dalam sekali putaran. Dikala terletak di puncak, turis diajak berbalik 360 derajat secara lama- lama. Dari sana, turis bisa memandang Kota Tua Melaka serta Selat Melaka. Apalagi, objek wisata menarik di dekatnya, semacam Bukit St. Paul, Sungai Melaka, serta Dutch Square, nampak jauh lebih indah dikala dilihat dari ketinggian tower ini.

Untuk kamu yang mempunyai ketakutan serta kekhawatiran dengan ketinggian, tidak butuh takut. Tower ini cuma membagikan waktu buat sekali putaran sebanyak 10 menit. Jadi, ambil gambar serta video lebih banyak serta lebih kilat buat mengabadikan momen ini. Buat harga tiketnya, turis berusia dikenai tarif RM23 ataupun setara dengan Rp75. 000 per orang. Sedangkan itu, buat turis kanak- kanak dikenai tarif RM15. Tidak hanya memperoleh tiket, turis juga hendak memperoleh satu botol air mineral. Cukup, sehabis naik tower, kamu dapat meminumnya. Dikala masa panas, Melaka sangat panas. Jadi, yakinkan kamu bawa topi ataupun payung serta kaca mata gelap.

Tower ini dibuka tiap hari dari jam 10. 00 sampai jam 23. 00 waktu setempat. Kapan waktu yang pas buat berkunjung? Kapanpun. Pagi, siang, sore, ataupun malam hari, pesona Kota Melaka dari ketinggian senantiasa menarik buat dilihat. Bila mau memperoleh gambar terbagus, sore hari sangat pas sebab langit lagi dipadati semburat jingga keunguan dari sunset yang tercipta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *